bQsqpPcZvKyg8Vvzo6jobl9lgcVr4zroDMLffJhS

Orang Demam Konten Jepang VS Demam Konten Korea Selatan

Ehem-ehemm. Mungkin gambarnya sudah sesuai atau tidak ya kawan untuk ilustrasi artikel ini? Kalian para maniak hiburan area Asia Timur pasti tahu siapa dua orang diatas. Mimin sih tahunya cuma yang sebelah kanan, kalau kalian?

Kita bersama akan membahas fans antara dua raksasa dunia hiburan ini yakni Jepang dan Korea Selatan. Kedua negara ini tak dapat dibantahkan lagi bahwa pengaruhnya besar di dunia terutama di Indonesia, negara kita yang tercinta ini.

Sebelum terjun ke pembahasan selanjutnya kita terlebih dahulu memberi nama antara orang demam Jepang dan demam Korea Selatan. Untuk demam Jepang sebut saja Wibu dan yang demam Korea Selatan panggil K-Popers.

Mimin pantau baik itu di dunia nyata maupun di dunia maya, kedua jenis demamers ini punya sifat dan pembangunan karakter sangat berbeda. Ada yang sangat sensitif (mudah trigger), ada yang tidak.

Pertama kita singgung Wibu dulu nih. Dilihat-lihat kaum Wibu ini orangnya kalem, gak mudah trigger atau tidak mudah meledak emosinya. Kalau misalnya bertengkar antara sesama wibu dalam memperebutkan gadis 2D (waifu) biasanya ada yang berkata kasar.
Nah kaum K-Popers adalah kebalikannya. Mudah meledak emosinya dan mudah trigger, ini karena kebanyakan orang golongan K-Popers adalah perempuan yang notabenenya punya emosi yang selalu jauh dari kata stabil apalagi kalau sedang PMS.

Golongan Wibu didominasi oleh para batangers yaitu istilah lain dari kaum adam. Mimin kurang tahu faktor apa yang membuat sehingga orang-orang yang suka dunia hiburan Jepang kebanyakan diisi oleh laki-laki. Salah satu opini mimin adalah mungkin karena Jepang punya film biru yang sering ditonton oleh pria.
Seperti yang dikatakan sebelumnya, K-Popers didominasi oleh kaum hawa. Walaupun juga ada laki-laki dan biasanya punya mental setengah perempuan alias bencong. Teman-teman mimin yang di SMA dulu ada yang begitu lho, suka dunia hiburan asal Korea Selatan baik itu lagu maupun dramanya.

Masalah fanatik sih hampir sama kuatnya. Coba perhatikan teman kalian yang suka drakor dan kpop, tingkat kesukaan mereka bagaimana apakah wajar atau sudah kelewat batas? Nah Mimin punya adik cewek nih, dia memang dari dulu suka hal-hal yang berbau Korea Selatan.

Nama akun media sosialnya pun pernah Mimin dapati memakai gaya-gaya nama orang Korea, cara make up pun begitu. Tetapi adik saya masih dalam batas kewajaran.
Lain kata lagi untuk teman saya di kelas sebelah waktu masih SMA dulu. Fanatiknya parah amat, sudah kelewat batas. Karena dulu sering ke kelas sebelah, mimin pernah melihat seorang teman saya yang nangis. Mimin heran kenapa menangis, setelah beberapa waktu kemudian mimin baru nyadar ternyata dia dan teman cewek lainnya lagi nonton drakor.

Fanatik K-Popers masih mendingan karena mereka suka sama manusia asli dunia nyata. Namun Wibu sudah memasuki dunia lain, dunia antah berantah yang kebenarannya masih dipertanyakan dan bahkan banyak pro dan kontra mengenai dunia 2D ini.
Ada yang suka gadis kucing, loli, adek 2D yang selalu bilang onii-chan, pacar 2D yang suka mukul-mukul serta ngomong baka-baka dan masih banyak lagi. Kesemuanya itu adalah mimpi indah manusia golongan wibu. Walaupun tak ada di dunia nyata, photoshop beraksi demi mengabulkan keinginannya.

Sebenarnya sifat fanatik Wibu yang seperti itu agak mengganggu bagi orang normal bahkan golongan Wibu lainnya yang fanatiknya masih dalam batas kewajaran. Sama seperti mimin ketika menemukan hal seperti itu di grup biasanya langsung skip ke postingan/komentar lain.

Alasan Kebanyakan Pria Indonesia Lebih Tertarik Kepada Cewek Jepang
Jikalau fanatiknya sudah kelewat dewa, kadang orang disekitarnya akan menyebutnya sebagai Wibu Akut. Sama halnya dengan K-Popers, ketika fanatiknya sudah keterlaluan maka sangat sulit untuk bisa sembuh dan kembali normal lagi.

Fanatik K-Popers merupakan yang paling agresif dan protektif terhadap idolanya, diteriakin plastik pasti 100% marah dan emosinya meledak. Namun sifat dan karakter alay Wibu jauh lebih unggul dan terdepan. Ini karena mereka tidak mungkin akan membela sesuatu yang sebenarnya tidak ada dengan kata lain dikali nol!
Related Posts
Initials JST
Lebih sering online di Quora dan Pinterest dari pada media sosial lain. Penikmat konten kerajinan tradisional dari channel 李子柒 Liziqi di YouTube.

Related Posts

2 komentar

Kebijakan berkomentar:
1. Meninggalkan komentar sebagai anonim tidak dibolehkan di blog ini.
2. Dilarang memasang link aktif dalam komentar.
3. Berkomentar sesuai topik.

Be nice and be respectful.