bQsqpPcZvKyg8Vvzo6jobl9lgcVr4zroDMLffJhS

Usia Kemerdekaan Yang Sama, Mengapa Korsel Lebih Maju Dibanding Indonesia?


Hari ini saya lagi membandingkan negara di Asia yang memiliki tanggal kemerdekaan hampir sama dengan Indonesia. Yap akhirnya saya menemukan negara yang dua hari yang lalu juga merayakan hari kemerdekaannya yakni Korea Selatan.

Pada tahun 1970-an, Indonesia memang lebih maju dibanding Korsel pada masa pemerintahan Soekarno. Tapi setelah 40 tahun setelah itu malah berputar balik. Korsel menjadi maju dan meninggalkan Indonesia menjadi negara berkembang. Kondisi ekonomi Indonesia menurun pada saat pemerintahan Soeharto.

Kini kita menyaksikan Korsel tampil sebagai negara maju yang sangat disegani di dunia. Pencapaian itu mereka rayakan bukan dengan membuat klaim-klaim sepihak gaya Indonesia, tapi dengan mengibarkan bendera mereka di panggung internasional dengan megahnya. Dimulai dengan menjadi penyelenggara Olimpiade, yang menempatkan Korsel sebagai negara kedua di Asia yang mendapat kepercayaan menjadi tuan rumah pesta olahraga sejagat itu, kemudian menjadi tuan rumah bersama Jepang menyelenggarakan Piala Dunia, lalu disempurnakan dengan terpilihnya orang Korsel menjadi Sekjen PBB.Kemajuan yang gemilang itu diraih Korsel hanya dalam kurun waktu 40 tahun. Pada kurun waktu yang sama, Indonesia dengan gemilang berhasil menghapus reputasi internasional yang dahulu dibangun Soekarno. Kita juga berhasil menyulap sawah-sawah produktif menjadi kota moderen, sertamembuat dataran tinggi seperti kota Bandung menjadi langganan banjir setiap tahun.

Semuanya sudah bikin geleng-geleng. Korsel kan miskin sumber daya alam tapi Indonesia kaya sumber daya alam. Kenapa bisa begitu? Itu disebabkan karena Sumber Daya Manusia milik Korsel memang lebih unggul dibanding Indonesia. Selain SDM berikut beberapa faktor membuat Korsel lebih maju.

1. Memakai Produk Dalam Negeri.
Korsel: Pada masa awal perkembangan, rakyat Korsel lebih memilih produk dalam negeri walaupun harganya lebih mahal. Barang elektronik contohnya, masyarakat lebih memilih produk dalam negeri seperti LG dan Samsung. Artinya masyarakat disana tidak gengsi dan lebih mencintai produk dalam negeri.
Indonesia: Mayoritas memakai produk luar negeri ketimbang yang ada dalam negeri dengan alasan gengsi dan harga.

2. Kebiasaan Dan Pola Pikir
Budaya Indonesia dan Korsel memang beda. Sama halnya Jepang yang merupakan penjajahnya (mungkin turunan dari Jepang yahh. Tapi Indonesia kok tidak diturunkan?) sangat disiplin waktu, cara berpakaian, dan tata berbahasa, taat aturan dan cinta lingkungan. Ayo kita bandingkan dengan Indonesia, kebanyakan tidak taat aturan dan cinta lingkungan. Lihat saja para pejabat, yang seharusnya menjadi contoh malah menyalahi aturan dengan korupsi. Untuk yang cinta lingkungan, sudah ada organisasi pecinta alam. Tapi kok kegiatannya lain? Malah panjat tebing atau yang lainnya, yang tidak berguna cuma habisin uang dan tidak ada hasil materi.

3. Impor & Ekspor
Korsel yang dahulunya kebanyakan impor kini sudah kebanyakan ekspor. Walaupun miskin SDA tapi lebib mengutamakan ekspor. Barang-barang yang diimpor Korsel ialah bahan mentah untuk diolah. Sebaliknya Indonesia lebih banyak impor dari pada ekspor. Itulah yang menyebabkan ekonomi merosot.

4. Dukungan Dari Luar
Sikap terbuka membuat Korsel beruntung bisa diberi dana militer dari Amerika Serikat sama halnya Israel dan Taiwan. Dulu Indonesia memang negara tertutup dan dikucilkan dari pergaulan Internasional.

5. Fokus Ke Mana?
Indonesia lebih fokus dengan masalah agama dan ras. Masalah kecil dibesarkan. Di Korsel walaupun juga ada konflik agama (Buddha & Kristen), mereka tidak fokus padanya. Melainkan mereka fokus untuk kelangsungan hidup dan masa depan.

Harapan Admin mudah-mudahan dalam waktu yang singkat Indonesia juga jadi negara maju.

Related Posts
John Asto
Hanya orang biasa yang ingin eksis di dumay. Sering online di Quora dan Pinterest. Jangan pernah menghubunginya lewat WhatsApp jika hari libur.
SHARE

Related Posts

Subscribe to get free updates

Posting Komentar