bQsqpPcZvKyg8Vvzo6jobl9lgcVr4zroDMLffJhS

Kelakuan Warganet Indonesia Di Media Sosial Yang Tak Patut Ditiru

Postingan ini mengandung konten yang mungkin sensitif bagi beberapa orang. Diharapkan kebijaksanaannya untuk memahami lebih dalam agar tidak terjadi kesalahpahaman.
TahuPost.Net - Warganet (warga internet) atau biasa juga disebut Netizen (citizen of the net) adalah sebutan kepada orang yang aktif dalam komunitas dunia maya atau internet pada umumnya. Istilah ini banyak digunakan pada pertengahan tahun 90-an untuk menyebut orang-orang yang mendiami internet.[1]

Penggunaan internet oleh warganet dari waktu ke waktu mengalami perubahan dan perkembangan yang cukup signifikan. Mulanya hanya digunakan untuk mencari, menyebarkan dan menyimpan informasi kini lebih condong ke ranah popularitas dan uang. Salah satu bukti nyatanya adalah banyak artis yang pindah dari dunia pertelevisian ke media sosial seperti YouTube.

Mimin pertama kali menggunakan media sosial pada awal tahun 2014. Facebook adalah media sosial pertama yang mimin gunakan, sampai saat ini masih digunakan walaupun tidak sesering dulu. Alasannya karena lebih nyaman di media sosial sebelah.

Perilaku warganet +62 khususnya pengguna media sosial raksasa seperti Facebook mengalami perubahan yang menurut mimin sangat mengkhawatirkan. Bagaimana tidak, yang dulunya baik-baik sekarang kelakuannya minta ampun. Warganet tidak waras melebihi jumlah warganet yang masih waras.

Berikut akan mimin paparkan kelakuan dan kebodohan para warganet Indonesia yang kurang ajar dan tak patut untuk ditiru.

1. Terlalu Jahat & Sangean

Yang namanya juga warganet Indonesia pasti menyukai hal-hal yang berbau kedewasaan. Gambar diatas menunjukkan bahwasanya warganet Indonesia suka bercanda tapi yang satu ini memang sudah kelewat batas. Orang cuma niatnya memberikan testimoni pada sebuah produk, eh yang jadi titik fokus berjamaah malah anaknya.
Padahal anaknya masih berpakaian dengan wajar dan tak ada sesuatu yang menggugah nafsu. Ya, tapi itulah perilaku warganet Indonesia, khususnya para kaum adam.

2. Ganas Tapi Tidak Punya Etika

Masih ingat Sea Games kemarin? Pada laga final sepak bola Indonesia melawan Vietnam, Indonesia harus mengakui keunggulan Vietnam atas kekalahannya dengan skor 0-3. Warganet Indonesia menganggap kekalahan Indonesia diakibatkan karena cederanya Evan Dimas oleh bek Vietnam, Đoàn Văn Hậu.

Maka dari itu, warganet Indonesia beramai-ramai menyerbu akun instagram resmi Đoàn Văn Hậu yang kebanyakan komentarnya diisi oleh warganet +62 seperti dibawah ini.
Parahmen! Bukannya bangga sama orang seperti itu tapi nyatanya membuat malu semua orang Indonesia. Selain komentar Indonesia yang pedas-pedas, ada salah satu komentar warganet Malaysia seperti ini:
Inilah yang membuat citra warganet Indonesia menjadi buruk di mata warganet negara lain terutama Vietnám. Bukannya memberikan ucapan selamat, malah yang muncul komentar warganet Indonesia yang darurat etika.

3. Tidak Bisa Menerima Perbedaan

Banyak dari warganet Indonesia terkhusus kaum juragan tanah di surga sudah mampu menentukan seseorang akan masuk surga atau tidak. Contohnya kasus Ricky Martin yang sudah memiliki anak bersama pasangan cowoknya (LGBT) beberapa bulan yang lalu.

Mereka berdua mungkin punya anak karena sebuah teknologi ataupun memang menyewa rahim seorang perempuan sampai anaknya itu lahir. Karena kejadian unik ini, banyak yang membagikan ulang postingan tersebut. Bagaimana reaksi warganet +62? Lihat di bawah ini!
Isi komentar warganet Indonesia kebanyakan memiliki pandangan negatif serta menghakimi si Ricky. Beda lagi dengan komentar warganet luar negeri yang justru memberikan ucapan selamat serta motivasi kepadanya.

4. Mengutuk Orang Lain

Postingan diatas tergolong jenis satire. Satire gak jauh beda dengan saudaranya yang bernama sarkas, cuma sarkas lebih kasar dan bar-bar. Satir bisa diartikan sebagai lelucon kebijaksanaan yang dibumbui dengan kebodohan. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menyindir atau secara kasar adalah mengejek. [2] Bagi yang belum paham dengan yang namanya satire, bisa mimin jelaskan pada postingan berikutnya.

Dari postingan tersebut banyak yang berkomentar, mayoritas isinya berbau negatif yang menyudutkan pemosting. Mereka para komentator mungkin tidak tahu apa yang dinamakan satire. Salah satu komentar tersadis adalah di bawah ini.
Beginilah wajah-wajah beringas warganet yang menggunakan media sosial Facebook. Kita tahu sendiri bahwa Facebook merupakan sarangnya akun palsu, orang toxic, bocah labil, manusia yang menganggap dirinya maha benar serta maha suci dan lain sebagainya.

Mengutuk orang lain sebagai anak dajjal serta anak dari perkawinan antara hewan adalah hal yang tak pantas dilakukan oleh orang-orang waras dan berakal. Pengguna Facebook tak akan lepas dari julukan warganet bar-bar yang tak punya etika.

Selain ke-empat kelakuan warganet Indonesia di atas, masih ada banyak lagi perilaku tak terpuji lainnya seperti berdebat hanya karena game, out of topic, menyebarkan hoaks dan lain sebagainya.

Tetap jaga etika dalam menggunakan media sosial, jaga sopan santun dan hormatilah orang lain.
Related Posts
Initials JST
Hanya orang biasa yang ingin eksis di dumay. Sering online di Quora dan Pinterest. Jangan pernah menghubunginya lewat WhatsApp jika hari libur.

Related Posts

Posting Komentar